Sabtu, 27 Oktober 2012

Misteri Ka’bah Gegerkan NASA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, para pembaca Bunda Chacha yang dirahmati Allah, Islam memang agama yang bersumber dari wahyu Ilahi yang akan terjaga keaslian dan kesuciannya sampai hari akhir. Inilah salah satu buktinya.

Misteri Ka’bah Gegerkan NASA

Nasa, yaitu badan antariksa Amerika Serikat pernah merahasiakan statemen para astronot pada misi Apollo dimasa-masa yang lalu.
Statemen atau pernyataan bahwa Ka’bah yaitu sebuah bangunan sederhana berbentuk kubus yang hampir sama sisi dan sebagai pusat ibadah umat Islam seluruh dunia itu memiliki anomali (keanehan) yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.
Namun kini akhirnya informasi itu bocor juga, tiada kebenaran yang dapat selalu disimpan karena hanya kebenaran yang seharusnya disebarkan untuk umat.

Radiasi dari Ka’bah ke Angkasa

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?.”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekkah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Kabah Tak Beradiasi Kutub Magnet

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.
Oleh sebab itulah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa disekitar Ka’bah tidak ada radiasi magnet atau satu-satunya daerah di muka Bumi yang tidak memiliki  radiasi magnet di wilayah tersebut.

Hajar Aswad

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam

*****
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh